WELCOME TO RANAH PRODUCTION

Kami akan mengkreasikan berbagai event yang anda inginkan sekeren mungkin.
> Party Event
> Gathering Event
> Wedding Event
> Music event
> ETC

Senin, 18 Januari 2010



GAYA KERJA KEPEMIMPINAN
DAN NEGOSIASI DALAM ORGANISASI *)


A. GAYA KERJA

Latar Belakang
      Dalam manajemen organisasi dan kepemimpinan kita selalu akan dihadapkan dengan berbagai tipe gaya kerja yang ditampilkan seorang pemimpin dalam menghadapi orang lain. Gaya kerja tersebut terutama akan ditampilkan oleh seseorang ketika dia melakukan negosiasi dengan pihak lain dalam membicarakan sesuatu. 
 Gaya kerja seorang pemimpin berbeda satu dengan lainnya. Ada pemimpin yang gaya kerjanya semau gue, suka melayani, memerintah, yang penting mengikuti hukum dan peraturan serta mempergatikan kepentingan bersama.  Kemampuan kita dalam memahami tipe gaya kerjanya niscaya akan mendukung keberhasilan kita dalam mengkomunikasikan gagasan yang ingin kita sampaikan atau maksud yang ingin kita capai dalam sebuah negosiasi.
 Dengan demikian, pemahaman dan penguasaan mengenai berbagai gaya kerja seorang pemimpin dan strategi bernegosiasi akan membantu para aktivis organisasi dalam mencapai tujuan dan dalam melaksanakan program kerjanya.      

Lima Pola Dasar dalam Berhubungan dengan Orang Lain:
  1. Menganggap orang lain adalah “pembantu” untuk menyelesaikan pekerjaan/ kepentingannya.
  2. Menganggap bahwa dirinya adalah “pembantu” orang lain untuk mencapai kepentingan orang lain itu.
________________
  1. Menganggap bahwa dirinya dan orang lain adalah pribadi yang berdiri sendiri yang tidak saling tergantung satu terhadap lainnya.
  2. Menganggap bahwa dirinya dan orang lain  itu bersama-sama harus memikirkan kepentingan pihak lain dengan memperhatikan peraturan atau hukum yang berlaku.
  3. Menganggap bahwa dirinya dan orang lain itu adalah mitra kerja yang saling memiliki kepentingan yang tergantung satu dengan lainnya, dan karenanya dirinya harus dapat bekerja sama dengan pihak lain.

Pengertian Gaya Kerja

      Gaya kerja adalah kesatuan dari berbagai cara/ tindakan yang didasari oleh sistem nilai dan asumsi (SINA)  seseorang dan ditampilkan ketika ia melakukan hubungan kerja dengan orang lain. Ini berarti:
  1. Gaya kerja bukanlah tingkah laku tertentu, melainkan kesatuan tingkah laku yang mempunyai pola.
    Dua orang yang gaya kerjanya berbeda, bisa saja suatu saat menampilkan tingkah laku yang sama. Merokok adalah tingkah laku, bukan gaya kerja.
  1. Tingkah laku yang bukan merupakan bagian dari interaksi dengan orang lain tidak  dapat digolongkan sebagai gaya kerja.
      Berdansa dengan mengikuti gaya dan irama tertentu adalah tingkah laku  
      yang mempunyai pola, tetapi bukan gaya kerja.
  1. Gaya kerja bukan tingkah laku itu sendiri tetapi sebuah penyimpulan berdasarkan persamaan-persamaan yang muncul dalam tingkah laku konkret.
    Gaya kerja X misalnya, ditandai dengan cara bertanya yang berbelit-belit, cara menjelaskan yang tidak to the point, atau sebaliknya langsung pada objek permasalahan, penuh dengan argumentasi, dan lain-lain.
  1. Gaya kerja bukanlah kepribadian. Gaya kerja hanya sebagian dari kepribadian seseorang. Kepribadian meliputi seluruh aspek kehidupan seseorang seperti: intelegensi, bakat, minat, sifat, dan sebagainya.

      Dua orang dengan gaya kerja berbeda dapat memiliki minat yang sama, atau
     dua orang yang berbeda minatnya dapat saja memiliki gaya kerja yang sama.
  1. Gaya kerja bukanlah temperamen.
    Temperamen adalah kecenderungan seseorang untuk memberikan reaksi afektif tertentu. Temperamen umumnya bersifat tetap; gaya kerja mungkin berubah.
    Dua orang yang temperamennya sama, pemarah misalnya, dapat berbeda gaya kerjanya.
Elemen-elemen Gaya Kerja
  1. Mengkomunikasikan gagasan.
        2.  Mengkaji gagasan pihak lain.
         3.  Menangani keluhan.
       4.  Menolak permintaan.
       5.  Menyampaikan kritik.
       6.  Menyelesaikan konflik.
       7.  Mengambil keputusan.
Macam-macam Tipe Gaya Kerja

  1. Gaya Kerja Komandan
    Umumnya merasa benar sendiri; yakin bahwa ia tahu apa yang harus dikerjakan; berusaha memaksa orang lain mengikuti pendapatnya.
  1. Gaya Kerja Pelayan
    Memiliki keinginan yang kuat untuk disenangi orang lain; tidak tahan dimusuhi orang lain; berasumsi bahwa hubungan baik dengan orang lain selalu akan membawa keberuntungan; kepentingan pihak lain harus didahulukan.
  1. Gaya Kerja Bohemian
    Tak mau merepotkan & tak mau direpotkan orang lain; segan bekerja sama; lebih senang bekerja sendiri dan bertanggung jawab secara pribadi akan hasil pekerjaannya.
  1. Gaya Kerja Birokrat
    Sangat teliti dan memperhatikan prosedur dan peraturan; berusaha bertindak sesuai dengan aturan yang berlaku;  pada dasarnya tidak ingin dipersalahkan pada kemudian hari; segala tindakannya memiliki dasar hukum.
  1. Gaya Kerja Manajer
    Berpegang pada slogan: “In a good negotiation, everybody wins.” Berusaha untuk mencapai yang terbaik bagi semua pihak; berasumsi bahwa jika semua pihak mendapat keuntungan, maka kepatuhan terhadap keputusan yang diambil akan kuat; orang akan lebih bergairah dalam mengerjakan tugasnya.

Perbandingan Ciri-ciri Gaya Kerja


(1) Dalam Hal Nilai dan Asumsi
      Gaya kerja pada dasarnya adalah pencerminan dari Sistem Nilai dan Asumsi (SINA). Bverikut adalah nilai dan asumsi yang umumnya dipegang oleh orang dengan gaya kerja masing-masing.
KOMANDAN:
     “Orang pada umumnya hanya memikirkan kepentingan pribadi dan kita harus berjuang –jika perlu dengan kekerasan—untuk memenangkan kepentingan kita.”  
     Kepentingan kelompok harus didahulukan daripada kepentingan perorangan.
PELAYAN:
     “Hubungan baik akan sangat membantu dalam menjalankan pekerjaan yang melibatkan orang lain. Kita harus menjaga perasaan orang lain.”
     Jika orang tidak senang kepada kita, pekerjaan kita akan banyak terhambat.
BOHEMIAN:
     “Tanpa saya dunia akan tetap berputar. Tidak ada gunanya repot-repot memikirkan kepentingan orang lain, mereka toh juga tidak memikirkan kepentingan saya.”
      Kepentingan perorangan harus didahulukan daripada kepentingan kelompok.
BIROKRAT:
     “Peraturan akan mengamankan segalanya, yang penting ikuti peraturan yang ada. Pada dasarnya orang mau mengikuti peraturan jika kita juga berpegang pada peraturan.”
     Yang paling penting dalam bekerja adalah memenuhi tanggung jawab kita sesuai dengan peraturan yang berlaku.
MANAJER:
    “Menenuhi kepentingan orang lain belum tentu merugikan kepentingan kita sendiri. Yang penting berusaha mencapai yang terbaik untuk semua pihak.”
     Usulan orang lain terkadang lebih baik daripada pendapat kita; karena itu ada baiknya memperhatikan usulan orang lain.

(2) Dalam Mengambil Keputusan
KOMANDAN:
   Mengambil keputusan yang dianggapnya terbaik tanpa peduli ada pihak lain yang tidak setuju dengan keputusannya. Berusaha menggunakan wewenang untuk memaksakan pendiriannya.
PELAYAN:
   Jarang mau secara tegas  mengambil keputusan yang ditentang oleh pihak lain. Dalam situasi perundingan yang dihadiri banyak orang, lebih suka jika keputusan diambil dengan pemungutan suara terbanyak. 


BOHEMIAN:
    Mengambil keputusan yang tidak merugikan kepentingannya, dan tidak tidak terlalu peduli apakah keputusannya disetujui atau tidak disetujui oleh pihak lain.
BIROKRAT:
    Jika merasa berwenang mengambil keputusan, maka ia cukup berani mengambil keputusan walaupun ada yang menentang. Putusan yang diambil berdasarkan peraturan yang berlaku.
MANAJER:
     Berusaha mengambil keputusan yang disepakati oleh semua pihak; berusaha menjelaskan akibat dari keputusan yang akan diambil; selalu mempertimbangkan berbagai alterbataif sebelum mengambil kesimpulan; mengontrol lebih jauh apakah pihak lain merasa puas dengan keputusan yang akan diambil. 

B. NEGOSIASI

Pengertian Negosiasi

    1. Proses yang melibatkan upaya seseorang untuk mengubah (atau tak mengubah) sikap dan perilaku orang lain.
    2. Proses untuk mencapai kesepakatan yang menyangkut kepentingan timbal balik dari pihak-pihak tertentu dengan sikap, sudut pandang, dan kepentingan-kepentingan yang berbeda satu dengan yang lain.

Pola Perilaku dalam Negosiasi:
    1. Moving against (pushing): menjelaskan, menghakimi, menantang, tak menyetujui, menunjukkan kelemahan pihak lain.
    2. Moving with (pulling): memperhatikan, mengajukan gagasan,  menyetujui, membangkitkan motivasi, mengembangkan interaksi.
    3. Moving away (with drawing): menghindari konfrontasi, menarik kembali isi pembicaraan, berdiam diri, tak menanggapi pertanyaan.
    4. Not moving (letting be): mengamati, memperhatikan, memusatkan perhatian pada “here and now”, mengikuti arus, fleksibel, beradaptasi dengan situasi. 

Ketrampilan Negosiasi:
    1. Mampu melakukan empati dan mengambil kejadian seperti pihak lain mengamatinya.
    2. Mampu menunjukkan faedah dari usulan pihak lain sehingga pihak-pihak yang terlibat dalam negosiasi bersedia mengubah pendiriannya.
    3. Mampu mengatasi stres dan menyesuaikan diri dengan situasi yang tak pasti dan tuntutan di luar perhitungan.
    4. Mampu mengungkapkan gagasan sedemikian rupa  sehingga pihak lain akan memahami sepenuhnya gagasan yang diajukan.
    5. Cepat memahami latar belakang budaya pihak lain dan berusaha menyesuaikan diri dengan keinginan pihak lain untuk mengurangi kendala.

Negosiasi dan Hiden Agenda:
    Dalam negosiasi tak tertutup kemungkinan masing-masing pihak memiliki hiden agenda.
    Hiden agenda adalah gagasan tersembunyi/ niat terselubung yang tak diungkapkan (tak eksplisit) tetapi justru hakikatnya merupakan hal yang sesungguhnya ingin dicapai oleh pihak yang bersangkutan.
Negosiasi dan Gaya Kerja
    1. Cara bernegosiasi yang dilakukan oleh seseorang sangat dipengaruhi oleh gaya kerjanya.
    2. Kesuksesan bernegosiasi seseorang didukung oleh kecermatannya dalam memahami gaya kerja dan latar belakang budaya pihak lain.



Fungsi Informasi dan Lobi dalam Negosiasi
    1. Informasi memegang peran sangat penting. Pihak yang lebih banyak memiliki informasi biasanya berada dalam posisi yang lebih menguntungkan.
    2. Dampak dari gagasan yang disepakati dan yang akan ditawarkan sebaiknya dipertimbangkan lebih dulu.
    3. Jika proses negosiasi terhambat karena adanya hiden agenda dari salah satu/ kedua pihak, maka lobying dapat dipilih untuk menggali hiden agenda yang ada sehingga negosiasi dapat berjalan lagi dengan gagasan yang lebih terbuka.

Selamat belajar dan mencoba . . . . .
Semoga berhasil.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Ada kesalahan di dalam gadget ini